Pengakuan Mantan Pelaku Judi Bola Online

Pengakuan Mantan Pelaku Judi Bola Online

Pengakuan Mantan Pelaku Judi Bola Online

Pengakuan Mantan Pelaku Judi Bola Online. Judi dilarang oleh agama serta negara, akan tetapi kenyatannya judi dalam bermacam-macam masih ramai di Indonesia. Diantaranya ialah judi online yang tidak tabu kembali di tawarkan oleh beberapa situs ataupun bandar judi. Tidak yakin? Coba saja kamu mencari di Google dengan keyword judi online.

Bentuk judi di internet berbagai macam, dari mulai yang berkedok game poker online sampai terka score laga sepak bola. Ya, bermain bola rupanya tidak sekedar hanya jadi hoby yang menyehatkan. Namun dapat juga menyengsarakan jika dialirkan melalui pekerjaan seperti perjudian. Perihal ini pula yang dirasa oleh Fendi Christian (22). Pria asal Malang ini bercerita kisahnya jadi aktor judi online saat 3 tahun pada brilio.net lewat service story telling, Sabtu (14/11).

Fendi mulai memerankan judi online semenjak tahun 2012. Bermula dari penawaran seseorang rekanan kerja yang ‘hobi’ judi online, Fendi pada akhirnya tertarik untuk mencobanya. Menurut pembicaraan Fendi, partnernya itu senang sekali main judi online lewat tablet pribadi. Satu waktu mereka pergi bersama dengan, Fendi di tanya apa miliki kartu debet BCA, Bank Mandiri, serta BNI.”Kebetulan saya miliki semua. Saya langsung diminta turut,” kata pria yang kerja menjadi pegawai bank di Serang, Banten ini.

Diawali dengan mentransfer beberapa uang pada situs judi online atau lewat bandar judi, Fendi siap bertaruh pada sebuah sampai banyak laga bola. Awalannya menempatkan uang Rp 200 ribu, semakin lama nominalnya menjadi tambah seringkali lipat sampai juta-an rupiah. “Terbesar sempat sampai Rp 42 juta untuk satu laga,” papar Fendi.

Bila Fendi menang akan memperoleh keuntungan 2x lipat hasil dari nominal rupiah yang dipasang. Team favorit Fendi ialah team sepakbola Jepang, Urawa Reds, serta Liverpool. Bahkan juga Fend ikhlas pasang banyak untuk team itu bila tengah berlaga.

Selanjutnya, Fendi mengakui sempat mencapai omzet sampai Rp 340 juta hasil dari taruhan beberapa laga bola. Ditambah lagi jika tengah musim laga, Fendi dapat kantongi omzet sampai Rp 10 juta dalam sekali tarikan taruhan bola. Sayangnya keuntungan itu tidak ada sisanya sampai saat ini. Setiap saat Fendi menang taruhan tetap dihabiskan untuk bersenang-senang di club malam, beli beberapa barang elegan, serta dipakai menjadi modal taruhan yang semakin besar kembali.

Hasil dari judi online itu, Fendi sempat beli mobil Kijang Innova pada 2014 serta beberapa produk gadget merk Apple. Tetapi itu semua hanya bertahan beberapa minggu sebab Fendi mejualnya serta hasil penjualan digunakan kembali untuk modal judi. Apesnya, Fendi justru tidak untung berpuluh-puluh kali lipat hasil dari kemenangan awal mulanya.

Tidak cuma beberapa barang pribadi hasil judi yang habis tidak berbekas, tetapi ikut hutang menumpuk yang belumlah lunas. Terasa telah tidak dapat kembali memikul utang, Fendi pada akhirnya menceritakan pada ke-2 orangtuanya.

Bapak Fendi awalannya tidak ingin menolong untuk melunasi hutang karena judi online. Menurut bapak Fendi, utang itu muncul sebab tingkah Fendi. Hingga Fendi mesti berupaya untuk bertanggungjawab mengakhiri sendiri. Berlainan dengan Sang Ibu yang pada akhirnya ingin menolong Fendi walau awal mulanya mesti dibumbui oleh nasehat serta janji yang perlu dipenuhinya tidak untuk kembali berjudi.

Dengar saran Sang Ibu, Fendi pada akhirnya sadar serta janji untuk berhenti memerankan judi online. Tidak cuma itu, uang untuk melunasi hutang-hutangnya yang dipinjam dari bank sebesar Rp 60 juta dengan mengadaikan sertifikat rumah jadi pertimbangan Fendi supaya harus mesti berhenti berjudi.

Sekarang, Fendi sudah penuhi janjinya pada orangtuanya untuk betul-betul berhenti jadi aktor judi online. “Saat ini, ATM menyengaja saya patahin semua agar tidak judi kembali,” kata Fendi. Sesaat uang hasil kerja di bank dipakai untuk melunasi utang ibunda ke bank.

Hikmah lainnya yang dirasa Fendi ialah saat ini jadi rajin sholat, walau sebenarnya awal mulanya Fendi belum pernah sholat benar-benar. “Saya belajar dari google bagaimanakah cara sholat. Alhamdulillah, hidup saya lebih tenang serta bahagia,” pungkasnya.

Tidak lupa Fendi ikut memberi pesan tidak untuk ikut serta dalam pekerjaan perjudian. Tidak hanya dapat dijaring kurungan, baginya menang berapapun masih akan alami kekalahan lebih dari kemenangan yang didapat. Memang, tidak gampang untuk berhenti bila terlanjur memerankan judi, akan tetapi bukan mustahil untuk menolaknya, kan?

Itulah pengakuan dari salah satu pelaku judi. Namun perlu di ingat, pelaku judi bukan hanya Fendi saja. Saat ini sudah banyak orang yang terlibat dalam dunia perjudian. Bahkan bisa dibilang 50% dari orang Indonesia merupakan pemain judi yang sangat populer di kalangan masiarakat luas.

Ada yang berperan sebagai pemain dan ada juka yang berperan sebagai agen yang menyediakan semua permainan judi seperti Bola Online, Poker Online, Casino, Togel dan masih banyak permainan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *